HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DAN PENYAKIT

Beberapa hari yang lalu saya menterapi seseorang yang mengalami penyakit tremor. Salah satu penyakit yang ada hubungannya dengan gangguan otak, seperti parkinson atau kecemasan yang berlebihan. Setelah berbincang agak lama dengan beliau saya baru bisa menarik kesimpulan bahwa penyakit tremor yang beliau miliki adalah disebabkan stres dan cemas yang berlebihan.


Beliau mempunyai satu orang anak yang beberapa tahun terakhir mengalami sakit parah, kepalanya pernah mengalami benturan sehingga menyebabkan keadaannya koma sampai lima tahun terakhir. Sekarang hidupnya bergantung dari makanan yang dimasukkan lewat sonde/ selang NGT, yang dipasang dari hidung menuju lambung.

Ketika saya bertanya apakah bapak juga ikut merawat anak yang sakit tersebut? Beliau menjawab: "Saya wes pusing masalah kerjaan mas, masak mau ditambah dengan merawat anak yang kondisinya seperti itu." Dari raut wajahnya saya memperkirakan usianya sudah 70 an, ternyata baru kepala 5.

Dari segi materi keluarga beliau bisa dibilang berkelimpahan, mempunyai perusahaan dibeberapa daerah. Bahkan ia bercerita sudah habis 2 miliar lebih untuk pengobatan anaknya. Akan tetapi takdir Allah Subhanahu Wa Ta'ala belum mendatangkan kesembuhan untuknya. Dari awal saya berbincang kemudian dilanjutkan sesi terapi, tanda kecemasan dan stres sangat tersirat diwajah beliau. Padahal ketika kita menyandarkan apapun yang terjadi didunia ini adalah qodo' dan qodar-Nya, tentu kita akan lebih ikhlas, sabar dan legowo dalam menjalaninya. 

Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999).

Hubungan Antara Kecemasan dan Kesehatan.

Kecemasan, suatu kondisi kesehatan mental yang umum, dapat berdampak besar tidak hanya pada kesejahteraan emosional kita tetapi juga pada kesehatan fisik kita. Penelitian terbaru telah mengungkap hubungan rumit antara kecemasan dan berbagai aspek kesehatan fisik kita.

Respons Stres: Pedang Bermata Dua

Ketika kecemasan menyerang, respons stres tubuh kita terpicu, melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Meskipun respons ini dirancang untuk melindungi kita dalam situasi berbahaya, kecemasan kronis dapat menyebabkan respons stres yang berlebihan. Kondisi kewaspadaan tinggi yang berkelanjutan ini dapat berkontribusi pada masalah seperti tekanan darah tinggi, jantung berdebar, dan sistem kekebalan tubuh yang melemah.

Untuk itulah penting bagi kita untuk menjaga mental agar tidak mengalami stres dan kecemasan yang berlebihan dalam menghadapi semua ketentuan-Nya. Sehingga kesehatan kita terjaga agar dalam bulan ramadhan yang mulia ini kita dapat mengisinya dengan amal soleh. Amiin.

Waktu Dhuha, Rabu 18 Februari 2026.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

LEUKIMIA DIDEPAN MATA (BAG.3)

GADGET DAN ANAK MUDA (BAG.2)

PENGARUH MAKANAN TIDAK SEHAT (BAG.2)