HUBUNGAN ANTARA KECEMASAN DAN PENYAKIT
Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999).
Hubungan Antara Kecemasan dan Kesehatan.
Kecemasan, suatu kondisi kesehatan mental yang umum, dapat berdampak besar tidak hanya pada kesejahteraan emosional kita tetapi juga pada kesehatan fisik kita. Penelitian terbaru telah mengungkap hubungan rumit antara kecemasan dan berbagai aspek kesehatan fisik kita.
Respons Stres: Pedang Bermata Dua
Ketika kecemasan menyerang, respons stres tubuh kita terpicu, melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Meskipun respons ini dirancang untuk melindungi kita dalam situasi berbahaya, kecemasan kronis dapat menyebabkan respons stres yang berlebihan. Kondisi kewaspadaan tinggi yang berkelanjutan ini dapat berkontribusi pada masalah seperti tekanan darah tinggi, jantung berdebar, dan sistem kekebalan tubuh yang melemah.
Untuk itulah penting bagi kita untuk menjaga mental agar tidak mengalami stres dan kecemasan yang berlebihan dalam menghadapi semua ketentuan-Nya. Sehingga kesehatan kita terjaga agar dalam bulan ramadhan yang mulia ini kita dapat mengisinya dengan amal soleh. Amiin.
Waktu Dhuha, Rabu 18 Februari 2026.
Komentar
Posting Komentar